Instalasi Linux Mint Menggunakan Virtualbox
Perkenalkan Nama saya Nafis Albab Alfasha, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstall Linux Mint menggunakan VirtualBox, berikut langkah-langkah dalam melakukan installasinya :
1. Langkah pertama, buka VirtualBoxnya, jika anda belum mempunyai VirtualBoxnya anda bisa download disini : https://www.virtualbox.org/. Setelah selesai downloadnya silahkan anda install VirtualBoxnya setelah terinstall Buka VirtualBoxnya.
2. Selanjutnya setelah membuka VirtualBox anda, lalu klik "New", berikutnya akan muncul layar create virtual machine. Lalu isi nama sistem operasinya pada bagian Name. Disini saya menamainya "Linux_mint" (sesuaikan dengan keinginan anda). Selanjutnya pada bagian Type pilih "Linux" sesuai dengan sistem operasi yang diinstall. Untuk Versionnya pilih "Linux 2.6/3.x/4.x (64bit)", karena ISO yang saya gunakan ISO Linux Mint (64bit), tetapi jika anda menggunakan ISO Linux Mint (32bit) maka anda pilih yang Linux 2.6/3.x/4.x (32bit). Untuk ISOnya anda bisa download disini : https://www.getmyos.com/name/linux_mint. Kemudian klik "Next".
3. Selanjutnya yaitu mengatur size RAM yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Disini saya mengaturnya menjadi "1024 MB (1GB)", Kalau mau lebih atau kurang dari 1024 MB (1GB) juga tidak masalah (sesuaikan dengan keinginan anda). Lalu klik "Next".
4. Selanjutnya yaitu memilih bagian pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Linux Mint.
Dalam pengaturan hard disk virtual, virtualbox menyediakan 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan yaitu:
- Do not add a virtual hard disk.
Opsi pertama ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Linux Mint selesai dilakukan.
- Create a virtual hard disk now.
Opsi kedua ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Linux Mint.
- Use an existing virtual hard disk file.
Opsi ketiga ini digunakan untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.
Dari ketiga opsi tersebut saya memilih opsi yang kedua yaitu : "Create a virtual hard disk now". Karena disini saya akan membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Linux Mint. Lalu klik "Create".
5. Selanjutnya yaitu menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. VirtualBox mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VDI (Virtual Disk Image) format file standar dari VirtualBox, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, serta VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware.
Disini saya memilih "VDI (Virtual Disk Image)" sesuai dengan format file standar dari VirtualBox. Lalu klik "Next".
6. Selanjutnya yaitu menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Untuk menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik. VirtualBox menyediakan 2 pilihan diantaranya :
- Dynamically allocated. yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan pada berapa kapasitas hard disk virtual yang sudah terpakai dan tidak berdasarkan pada berapa ukuran hard disk virtual yang telah ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
- Fixed size. yaitu kapasitas hard disk fisik yang akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual yang telah dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disini saya memilih pilihan pertama yaitu : "Dynamically allocated" untuk menentukan Kapasitas hard disk virtual yang akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan. Lalu klik "Next".
7. Selanjutnya pada layar berikutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan dibuat. Pada nama folder installasi virtualbox anda dapat mengisi sesuai dengan keinginan anda disini saya menamainya sesuai dengan sistem operasinya yaitu "Linux_mint", lalu atur kapasitas hard disk sesuai dengan kebutuhan anda. Disini saya menggunakan "30GB" saya rasa cukup karena hanya untuk percobaan penginstallan menggunakan VirtualBox jika anda mau lebih atau kurang juga tidak masalah (sesuaikan saja dengan kebutuhan anda). Lalu klik "Create".
8. Selanjutnya setelah selesai melakukan proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox akan ditampilkan sebuah mesin virtual Linux_mint yang telah dibuat tadi, lalu klik "Start".
9.) Selanjutnya setelah klik start akan muncul tampilan layar seperti ini. Disini anda masukan ISO yang sudah anda download tadi. Caranya : Klik seperti yang gambar "Folder", berikutnya cari tempat penyimpanan ISO yang sudah anda download tadi, lalu klik ISO yang sudah anda download tadi. Lalu klik "Open".
10. Selanjutnya tampilannya akan menjadi seperti ini, silahkan anda klik "Start".
11. Selanjutnya setelah klik start akan muncul tampilan seperti ini disertai dengan adanya automatic boot. Dan pada bagian ini pilih "Start Linux Mint". Lalu tekan tombol "Enter" pada keyboard.
12. Selanjutnya klik 2x pada gambar CD yang bertuliskan "Install Linux Mint" untuk melakukan proses penginstallan Linux Mint.
13. Selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan dalam proses install Linux mint di virtualbox. Sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan bahasa inggris "English". Lalu klik "Continue".
14. Selanjutnya memilih keyboard layout, untuk keyboard layout pilih yang secara default saja yaitu : "English (US)". Lalu klik "Continue".
15. Selanjutnya "Centang (ü)" Install third party software for graphics and Wi-Fi hardware, flash, MP3 and other media. Untuk melakukan installasi perangkat lunak pihak ketiga untuk grafik dan perangkat keras Wi-Fi, flash, MP3 dan media lainnya (jika anda tidak ingin melakukan installasi dari pihak ketiga anda bisa langsung memilih Continue). Lalu klik "Continue".
16. Selanjutnya akan ditampilkan jenis installasi yang dapat anda pilih. Dikarenakan tidak adanya sistem operasi lain yang sudah terinstall pada harddisk yang saya gunakan, jadi hanya tersedia 2 pilihan yang dapat digunakan. Lain halnya Jika sudah ada sistem operasi lain, maka pilihan yang tersedia menjadi 3 (tiga) dimana tambahan pilihan tersebut adalah untuk melakukan instalasi multi operating system.
Saya akan menjelaskan sedikit tentang 2 pilihan yang dapat digunakan yaitu :
- Erase disk and install Linux Mint, pilihan pertama ini digunakan untuk menghapus seluruh partisi sistem operasi, dan data yang ada di dalam hard disk, kemudian menggantinya dengan partisi dan sistem operasi Linux mint.
- Something Else, pilihan kedua ini digunakan untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual dengan menentukan sendiri berapa partisi yang akan anda gunakan. Serta partisi yang mana yang akan anda gunakan untuk melakukan installasi sistem operasi Linux mint.
Disini saya memilih pilihan kedua yaitu : "Something Else" untuk melakukan pembuatan partisi hard disk secara manual. Lalu klik "Continue".
17. Selanjutnya karena hard disk yang digunakan belum memiliki tabel partisi, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tabel partisi terlebih dahulu untuk hard disk tersebut. Caranya yaitu : Klik "New Partition Table". Proses ini akan menampilkan peringatan, karena akan menghapus partisi yang sudah dibuat sebelumnya (jika ada). Lalu klik "Continue".
18. Selanjutnya setelah hard disk memiliki tabel partisi, barulah anda dapat melakukan pembuatan partisi pada hard disk yang digunakan dengan cara memilih "free space". Lalu klik "icon + (symbol tambah)" yang ada dibagian tengah sebelah kiri dari layar untuk memulai pembuatan partisi baru secara manual.
19. Selanjutnya yaitu membuat partisi, partisi pertama yang akan saya buat yaitu partisi Boot. Partisi /boot ini digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel, yang berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting saat baru dinyalakan. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian size untuk pengaturan ukuran partisi boot yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "500 MB". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Primary" karena partisi pertama yang akan dibuat sebagai partisi boot loader. Untuk partisi selanjutnya dapat memilih pilihan Primary atau Logical. Pilihan primary dapat digunakan maksimal untuk 4 buah partisi. Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Bagian Use as digunakan untuk memilih jenis file sistem yang akan digunakan pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/boot". Lalu klik "OK".
20. Selanjutnya membuat partisi yang kedua yaitu partisi Root. Partisi root ini digunakan untuk tempat penyimpanan untuk menginstall sistem dari Linux mint. Jika pada sistem operasi windows hampir sama dengan Partisi C. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi root yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "10000 (10GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/". Lalu klik "OK".
21. Selanjutnya membuat partisi yang ketiga yaitu partisi Home. Partisi home ini digunakan untuk tempat penyimpanan data. Jika pada sistem operasi windows diibaratkan sama seperti partisi D atau E. Caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi home yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan "20000 (20GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition, pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "Ext4 journaling file system". Dan untuk bagian mount point pilih "/home". Lalu klik "OK".
22. Selanjutnya membuat partisi yang ke empat yaitu partisi Swap. Partisi swap merupakan ruang pada hard disk yang akan dijadikan sebagai virtual memory. Swap berfungsi untuk memberikan dukungan pada memori fisik RAM (Random Acces Memori) pada komputer. Untuk ukuran partisi swap dapat disesuaikan dengan ukuran memori utama komputer, dan biasanya ukuran swap adalah 2 (dua) kali ukuran memori utama. Jadi, apabila ukuran memori utama komputer anda adalah 1GB maka disarankan membuat ukuran swap 2 GB. Tetapi tidak seterusnya harus seperti itu sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Untuk membuat partisi swap caranya yaitu pilih "free space" klik "icon (+)". Lalu isi bagian Size untuk pengaturan ukuran partisi swap yang akan dibuat sesuai dengan keinginan anda. Disini saya menggunakan sisa dari penyimpanan hard disk virtual saya yaitu "1712 yaitu sekitar (1,7GB)". Lalu pada bagian Type for the new partition pilih "Logical". Dan pada bagian Location for the new partition pilih "Beginning of this space". Lalu pada bagian Use as pilih "swap area". Lalu klik "OK".
23. Selanjutnya setelah selesai membuat ke empat partisi tersebut, langkah selanjutnya yaitu memilih partisi root sebagai tempat penyimpanan sistem untuk Linux mint. Caranya yaitu pilih "partisi root /" yang sudah dibuat tadi. Lalu klik "Install Now".
24. Selanjutnya proses ini akan menampilkan peringatan tentang pembuatan partisi yang telah dibuat tadi. Lalu klik "Continue".
25. Selanjutnya anda diminta untuk menentukan lokasi dimana anda tinggal. Untuk mengganti lokasi dapat dilakukan dengan cara menekan kursor pada bagian pulau yang sesuai dengan lokasi tempat tinggal anda atau dengan cara menuliskan lokasi tempat tinggal anda pada bagian kotak isian. Di saat anda menuliskan lokasi yang diinginkan, secara otomatis akan muncul daftar lokasi yang dapat anda pilih. Disini saya memilih "Jakarta" (sesuai dengan lokasi tempat tinggal saya). Lalu klik "Continue".
26. Selanjutnya akan tampil isian untuk pembuatan identitas komputer dan account yang akan digunakan. Pada bagian Your name digunakan sebagai nama pemilik komputer. Disini saya menggunakan nama saya yaitu "nafis". Berikutnya pada bagian Your computer’s name digunakan sebagai identitas komputer ketika berkomunikasi dengan komputer lain dalam sebuah jaringan, dan biasanya secara otomatis akan terisi ketika anda menulis isian dari your name. Disini saya mengisinya sesuai dengan defaultnya yaitu "nafis-VirtualBox". Anda dapat menggantinya sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk bagian Pick a username dan Choose a password akan digunakan sebagai account login ke sistem operasi linux mint. Sementara isian Confirm your password di isi kembali sama dengan isi pada bagian Choose a password. Disini saya menggunakan Pick a username dengan nama saya "nafis". Dan Choose a password "12345" begitupun dengan Confirm your password "12345" (Sesuaikan dengan keinginan anda).
Dalam proses pembuatan account ini, Linux mint memberikan 2 (dua) pilihan untuk menggunakan sistem operasi Linux mint. Yaitu :
- Log in automatically yang dapat digunakan oleh pengguna untuk masuk ke dalam sistem operasi Linux mint tanpa harus menggunakan account yang telah ditentukan.
- Require my password to log in, mengharuskan penggunanya untuk login terlebih dahulu dengan accout yang sudah ditentukan.
Disini saya memilih "Log in automatically". Karena untuk mempermudah saya untuk masuk ke dalam sistem operasi Linux mint tanpa harus menggunakan account yang telah ditentukan. Lalu klik "Continue".
27. Selanjutnya setelah selesai melakukan pembuatan account, Proses installasi selanjutnya akan melakukan penyalinan file dan pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya. Sambil menunggu selesai, proses installasi ini akan menampilkan informasi dan fasilitas yang tersedia pada sistem operasi Linux Mint yang telah di install.
28. Selanjutnya setelah proses installasi Linux Mint selesai, anda masih dapat melanjutkan penggunaan LiveCD dengan mengklik tombol Continue Testing atau melakukan booting ulang untuk mencoba sistem operasi Linux Mint yang baru di install dengan mengklik tombol Restart Now.
Disini saya memilih "Restart Now". Karena tujuan saya adalah untuk mencoba sistem operasi Linux Mint yang baru di install.
29. Selanjutnya setelah komputer melakukan booting, maka akan muncul perintah seperti ini. Perintah ini memerintahkan anda untuk menghapus media instalasi yaitu dengan menekan tombol "Enter" pada keyboard anda.
30. Selanjutnya Linux mint sudah berhasil di install dan sudah dapat anda gunakan. Berikut adalah tampilan desktop dari Linux mint.
0 Response to "Instalasi Linux Mint Menggunakan Virtualbox"
Posting Komentar